BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

April 09, 2012

Sociology's Paper

Kalau saja bisa mengubah sikap, kita bukan saja bisa melihat dunia secara berbeda, tetapi hidup itu sendiri akan menjadi berbeda – Kathrine Mansfield

Yang dikatakan oleh Kathrine memang benar, jika kita bisa mengubah sikap, kita akan melihat dunia dan hidup itu dari sisi yang berbeda pula, sekaligus hidup kita akan berubah. Kata-kata itu justru mengingatkan saya pada diri saya sendiri, pendek kata saya seperti berkaca. Hidup sebagai ‘Anak Mutasi’ tidaklah mudah. Anak Mutasi disini berarti anak pindahan. Banyak faktor mengapa saya bilang tidak mudah meski telah mencobanya berulangkali. 16 tahun hidup di kota besar membuat kepribadian saya menjadi pribadi yang berbeda dengan teman baru saya di sekolah dan lingkungan yang baru juga. Rasanya sangat asing dan bertolak belakang dengan kebiasaan yang sudah saya jalani sehari-hari. Awalnya terjadi perang batin, terjadi perbedaan yang sangat signifikan sehingga saya tidak bisa jadi diri saya sendiri di tempat yang baru ini. Pandangan saya masih dalam dunia saya yang dulu, terkadang saya masih membandingkan antara kehidupan yang dulu dan sekarang. Sampai pada akhirnya saya bertemu dengan seseorang yang ambil alih dalam mengubah sikap, sifat, dan pola fikir saya menjadi lebih baru dan menyesuaikan kota Malang ini. Saya sadar, saya tidak bisa mengubah semuanya menjadi sama seperti kehidupan saya yang dulu dan tidak bisa merubah teman-teman maupun lingkungan baru saya menjadi sama seperti tempat yang dulu, justru sayalah yang harus menjadi bunglon ditempat ini. Saya mencoba mempelajari dan mengikuti setiap harinya bagaimana cara saya menempatkan diri dimanapun saya berada khususnya di Malang ini. Kegiatan adaptasi itu banyak dibantu oleh dia, teman-teman, dan juga semua guru disekolah. Benar saja, perlahan tapi pasti saya bisa melalui masa terberat itu, saya mendapat banyak pengalaman dan pelajaran tentang orang baru disekitar saya. Saya melihat hal yang belum pernah saya lihat sebelumnya di tempat saya tinggal. Meski terkadang saya masih bertahan dengan pola fikir yang lama, dan merasa hidup bukan di dunia saya, tetapi inilah kenyataan yang harusnya saya hadapi, bahwa setiap sikap saya akan menimbulkan reaksi, jika saya tetap bertahan dengan sikap saya yang lama, saya akan menghambat perkembangan diri saya sendiri. Merubah sikap dan sifat memang tak semudah membalikan telapak tangan, semua itu melalu proses yang kita nggak pernah tau sampai kapan. Melalui proses itu saya bertemu dengan hal baru, merasakan perbedaan dan perubahan. Dan inti dari itu semua adalah yang bisa mengontrol kita menjadi orang yang lebih baik lagi adalah kita sendiri, dimana kita harus bisa memposisikan diri kita dalam berbagai keadaan dan dimanapun kita berada, sehingga tidak berhenti pada sikap yang itu saja dan pandangan yang itu saja. Mulailah dari hal-hal kecil untuk mendapatkan perubahan itu, agar kita bisa melihat sisi lain dari kehidupan.

Banyak hal yang dapat saya petik dari pengalaman saya selama kurang lebih 9 bulan berada di Malang. Punya teman yang banyak itu adalah tugas saya dalam sosialisasi, tetapi saya harus punya ‘tameng’ untuk diri saya sendiri untuk tidak mudah percaya pada mereka, mungkin tebuka dalam hal yang umum saja. Selain itu saya tidak bisa menilai mereka atau teman saya hanya dari sisi luarnya atau dari satu sisi saja, tetapi saya harus jeli mengetahui mereka dari latar belakangnya dan dari cerita kehidupannya, dengan begitu saya akan menambah pelajaran baru tentang beragamnya kehidupan orang lain. Punya fikiran untuk pindah memang seringkali muncul dibenak saya. Bagaimanapun caranya juga, meski harus memaksa dan mengeluarkan sejuta jurus kepada kedua orang tua saya. Alasanya simple, karena saya masih belum bisa menemukan bagaimana cara saya menyikapi lingkungan yang baru. Tetapi karena banyaknya dukungan dari keluarga, sekolah yang lama maupun yang baru, dan juga dukungan dari dia, teman lama dan baru. Sampai pada akhirnya setiap masalah yang saya hadapi disini bisa saya ambil sisi positifnya. Contoh kecil, perbedaan pendapat dengan sekelompok orang. Saya juga tersadar satu hal bahwa apa yang menurut saya baik belum tentu menurut orang lain baik, kebiasaan saya yang saya anggap itu biasa saja, tetapi sangat mengganggu orang lain bahkan menyinggung orang disekitar saya. Dari hal seperti itu saja saya belajar untuk bisa mengontrol sikap saya sesuai dengan lingkungan dimana saya berada.

Kritik yang saya dapatkan membuat saya tahu mana sikap yang harus saya pertahankan dan mana sikap yang saya harus buang jauh demi kebaikan saya sendiri. Kebanyakan orang susah untuk menerima kritikan dari orang lain, awalnya saya pun begitu, sangat sulit, tetapi apa salahnya untuk kebaikan? Saya berusaha untuk hidup dimasa sekarang dan dimasa mendatang, bukan dimasa lalu. Terkadang masa lalu saya jadikan untuk batu loncatan bagaimana agar kedepannya menjadilebih baik. Buang jauh-jauh fikiran negatif dan berhenti membandingkan kehidupan yang lama dengan yang baru karena pasti akan jauh berbeda dan menyakitkan. Sikap yang lebih terbuka pada siapapun akan mempermudah saya pula untuk menjalin komunikasi dan bersosialisasi dengan banyak orang. Karena umur saya juga yang memasuki umur 17tahun, saya harus mempunyai mental yang kuat dalam menyikapi semua ujian dalam hidup, karena dibalik itu semua pasti ada pelajaran yang bisa saya dapatkan.

Pada akhirnya pun saya sadar bahwa hidup juga akan berputar, nggak selamanya kita selalu diatas, terkadang banyak cara yang di gariskan Tuhan untuk manusia. Semua itu pasti ada tujuannya, atau entah hanya menguji sedekat apakah kita dengan-Nya. Jujur pengalaman saya menjadi anak mutasi ini mengajarkan saya banyak hal, membuka mata saya sekaligus mata hati saya bahwa hidup itu indah jika selalu bisa melihat masalah dari sisi positif dan bersyukur pada Tuhan. Hidup akan terjadi jadi berat jika kita mengisi fikiran kita dengan sugesti negatif yang akan mematikan diri sendiri, dan terlebih lagi dengan banyaknya mengeluh, diam dan tidak berbuat apapun. Pelajaran dan pengalaman yang kita ketahui tidak sebanding, mungkin diluar sana masih banyak kehiduapan lain yang kita tidak tahu, oleh karena itu jika kamu menemukan rasa bosan dengan rutinitas hidup, cobalah hal baru. Mungkin dari mengubah kebiasaan kamu sehari-hari dengan cara yang belum pernah kamu fikirkan bahkan kamu lakukan, dari sana kamu akan mendapatkan hal menarik yang tidak pernah kamu tau sebelumnya. Meskipun hanya sebagian kecil, tetapi saya sudah mencobanya sehingga semakin banyak yang saya dapat dari perubahan sikap, sifat, maupun pola fikir yang saya punya. Saya bisa menilai hidup ini dari sisi yang berbeda pula, dan terdapat banyak pelajaran yang bisa kita pahami meski sulit. Akhir kata, semua itu pasti bisa anda lakukan kalau ada niat, kalau ada kemauan untuk merubah diri anda sendiri. Dan anda harus yakin kalau setiap perubahan terjadi melalui diri sendiri, your attitude reflects your personality and who you are, so better if you try mates :-D