BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

April 29, 2012

No Longer Best Friend

RE-POST FROM wilzkanadi.com



Dear you, who I called 'best friend', out there.

You were my best friend. You know you were my best, and I know I was your best too. And now, both of us know, life is changing. We are no longer best friends. It's not easy for me to understand it. It seems like impossible, but thanks God I do.

Losing a best friend doesn't happen over night. Losing a best friend is slow and painful as can be. There is always that final slap in the face when you realize, that your best friend is no longer your best. -Theory Ray
Now we see, you have your own life and I have mine too. There's nothing to regret. It's just a lesson and everything will always go forward. Perhaps, journey will show us that we should not stop our friendship until here, or maybe journey will show us that it's the best way for us. Who knows? Life is mysterious. Just like the way we promised to be 'best friends forever'. And see? It's just something to make our friendship seem great, but it's nothing.

It's okay, and it will always be okay. It's not your fault, and it's not mine too. You'll have your best, and I'll have my best too. Wish you luck, dude.At least I will not regret that you did ever become my best. Thanks for life you taught me. It's so precious.
See you again. SomedayMaybe.


thankyou for everything. I hope you will success in your way. best wishes from me to you. :-)

April 25, 2012

you deserve to feel HAPPINESS!

bahagia itu mudah, saat lo bisa ikhlas relain apa yang udah terjadi, terus berjalan tanpa sesekali melihat kebelakang, dan bisa lepasin apa yang jadi beban buat diri lo sendiri. Sekanjutnya, bisa ngelakuin aktifitas baru lo ditemani dengan banyak hal baru yang selama ini belom pernah lo liat, lo coba, atau lo rasain.

Tapi mendapatkan kebahagian versi gue itu nggak semudah gue ngetik ini di blog gue. butuh perjuangan, proses, dan juga pengorbanan. orang punya banyak cara untuk mendapatkan 'bahagia' nya masing-masing. beberapa temen gue misalnya, mereka akan merasa bahagia kalo udah makan coklat, atau ketemu sama hewan peliharannya, ataupun yang paling nggak asing lagi, udah say hello sama pacarnya. hahaha ya... masing-masing emang punya cara yang beda. kalo bagi gue, bahagia itu saat gue bisa ikhlas sama semua hal yang udah terjadi dan gue yakin nggak akan ada yang bisa dirubah. secara nggak langsung ikhlas tuh kata yang punya makna yang dalem loh bagi gue. sekarang gini aja, lo punya kucing, dia mati. selama lo belom bisa ikhlas percaya sama gue lo akan dihantui oleh kucing lo sendiri, emmm kedengarannya emang ambigu. maksutnya tuh gini, lo akan terus merasa dikejar mimpi, di mimpi itu diceritain kehidupan flashback lo sama si kucing, dan sebagainya lah atau bahkan yang lebih parah 'ngerasa kalo tu kucing masih nemenin hari-hari lo'. 

itu contoh simpel, saat lo susah banget buat ikhlasin apa yang udah terjadi, itu justru akan jadi bayang-bayang yang nggak baik buat hidup lo. kenapa gue bisa bilang gini? banyak banget hal yang udah gue rasain, dan gue sering banget jadi tempat curhat temen-temen gue hihihi :-DD tapi percaya sama gue, saat lo bisa lupain itu semua, lo bisa ikhlasin apapun yang terjadi dalam hidup lo dan percaya kalo itu emang udah jalannya, hidup lo akan terasa lebih bahagia, bahagia banget deh............:) 
lalu bahagia selanjutnya, saat lo bisa move on, nggak stuck ataupun jalan ditempat sama semua hal. mau itu tentang kisah percintaan lo yang basi banget lah, atau frustasi tugas lah, atau apapun lah, intinya sih tinggalin masa lalu yang emang nggak akan buat lo bangkit. Dan selanjutnya tanpa lo sadari lo akan ninggalin semua beban yang ngebuat stuck itu. lo akan lebih lega, karena kesannya lo udah lupain semua yang udah terjadi. sebenernya boleh kok lo noleh kebelakang sesekali, fungsinya adalah sebagai bahan yang selalu mengingatkan lo supaya nggak jatoh ke lubang yang sama :-) dan selanjutnya lo akan ngelakuin semua aktifitas baru hal baru yang nggak pernah lo lakukan sebelumnya, itu semua akan membuat lo lebih dapetin jiwa yang baru. lo nggak haru stuck atau jalan di tempat. 

Jadi buat lo semuanya yang lagi hilang harapan, coba lo buat 'bahagia' versi diri lo sendiri, karena gue yakin tiap orang itu LAYAK buat bahagia dengan caranya sendiri, asal hal itu positif dan akan buat lo lebih pulih dari semuanya :-) yeay #GGRCVR!

April 09, 2012

Sociology's Paper

Kalau saja bisa mengubah sikap, kita bukan saja bisa melihat dunia secara berbeda, tetapi hidup itu sendiri akan menjadi berbeda – Kathrine Mansfield

Yang dikatakan oleh Kathrine memang benar, jika kita bisa mengubah sikap, kita akan melihat dunia dan hidup itu dari sisi yang berbeda pula, sekaligus hidup kita akan berubah. Kata-kata itu justru mengingatkan saya pada diri saya sendiri, pendek kata saya seperti berkaca. Hidup sebagai ‘Anak Mutasi’ tidaklah mudah. Anak Mutasi disini berarti anak pindahan. Banyak faktor mengapa saya bilang tidak mudah meski telah mencobanya berulangkali. 16 tahun hidup di kota besar membuat kepribadian saya menjadi pribadi yang berbeda dengan teman baru saya di sekolah dan lingkungan yang baru juga. Rasanya sangat asing dan bertolak belakang dengan kebiasaan yang sudah saya jalani sehari-hari. Awalnya terjadi perang batin, terjadi perbedaan yang sangat signifikan sehingga saya tidak bisa jadi diri saya sendiri di tempat yang baru ini. Pandangan saya masih dalam dunia saya yang dulu, terkadang saya masih membandingkan antara kehidupan yang dulu dan sekarang. Sampai pada akhirnya saya bertemu dengan seseorang yang ambil alih dalam mengubah sikap, sifat, dan pola fikir saya menjadi lebih baru dan menyesuaikan kota Malang ini. Saya sadar, saya tidak bisa mengubah semuanya menjadi sama seperti kehidupan saya yang dulu dan tidak bisa merubah teman-teman maupun lingkungan baru saya menjadi sama seperti tempat yang dulu, justru sayalah yang harus menjadi bunglon ditempat ini. Saya mencoba mempelajari dan mengikuti setiap harinya bagaimana cara saya menempatkan diri dimanapun saya berada khususnya di Malang ini. Kegiatan adaptasi itu banyak dibantu oleh dia, teman-teman, dan juga semua guru disekolah. Benar saja, perlahan tapi pasti saya bisa melalui masa terberat itu, saya mendapat banyak pengalaman dan pelajaran tentang orang baru disekitar saya. Saya melihat hal yang belum pernah saya lihat sebelumnya di tempat saya tinggal. Meski terkadang saya masih bertahan dengan pola fikir yang lama, dan merasa hidup bukan di dunia saya, tetapi inilah kenyataan yang harusnya saya hadapi, bahwa setiap sikap saya akan menimbulkan reaksi, jika saya tetap bertahan dengan sikap saya yang lama, saya akan menghambat perkembangan diri saya sendiri. Merubah sikap dan sifat memang tak semudah membalikan telapak tangan, semua itu melalu proses yang kita nggak pernah tau sampai kapan. Melalui proses itu saya bertemu dengan hal baru, merasakan perbedaan dan perubahan. Dan inti dari itu semua adalah yang bisa mengontrol kita menjadi orang yang lebih baik lagi adalah kita sendiri, dimana kita harus bisa memposisikan diri kita dalam berbagai keadaan dan dimanapun kita berada, sehingga tidak berhenti pada sikap yang itu saja dan pandangan yang itu saja. Mulailah dari hal-hal kecil untuk mendapatkan perubahan itu, agar kita bisa melihat sisi lain dari kehidupan.

Banyak hal yang dapat saya petik dari pengalaman saya selama kurang lebih 9 bulan berada di Malang. Punya teman yang banyak itu adalah tugas saya dalam sosialisasi, tetapi saya harus punya ‘tameng’ untuk diri saya sendiri untuk tidak mudah percaya pada mereka, mungkin tebuka dalam hal yang umum saja. Selain itu saya tidak bisa menilai mereka atau teman saya hanya dari sisi luarnya atau dari satu sisi saja, tetapi saya harus jeli mengetahui mereka dari latar belakangnya dan dari cerita kehidupannya, dengan begitu saya akan menambah pelajaran baru tentang beragamnya kehidupan orang lain. Punya fikiran untuk pindah memang seringkali muncul dibenak saya. Bagaimanapun caranya juga, meski harus memaksa dan mengeluarkan sejuta jurus kepada kedua orang tua saya. Alasanya simple, karena saya masih belum bisa menemukan bagaimana cara saya menyikapi lingkungan yang baru. Tetapi karena banyaknya dukungan dari keluarga, sekolah yang lama maupun yang baru, dan juga dukungan dari dia, teman lama dan baru. Sampai pada akhirnya setiap masalah yang saya hadapi disini bisa saya ambil sisi positifnya. Contoh kecil, perbedaan pendapat dengan sekelompok orang. Saya juga tersadar satu hal bahwa apa yang menurut saya baik belum tentu menurut orang lain baik, kebiasaan saya yang saya anggap itu biasa saja, tetapi sangat mengganggu orang lain bahkan menyinggung orang disekitar saya. Dari hal seperti itu saja saya belajar untuk bisa mengontrol sikap saya sesuai dengan lingkungan dimana saya berada.

Kritik yang saya dapatkan membuat saya tahu mana sikap yang harus saya pertahankan dan mana sikap yang saya harus buang jauh demi kebaikan saya sendiri. Kebanyakan orang susah untuk menerima kritikan dari orang lain, awalnya saya pun begitu, sangat sulit, tetapi apa salahnya untuk kebaikan? Saya berusaha untuk hidup dimasa sekarang dan dimasa mendatang, bukan dimasa lalu. Terkadang masa lalu saya jadikan untuk batu loncatan bagaimana agar kedepannya menjadilebih baik. Buang jauh-jauh fikiran negatif dan berhenti membandingkan kehidupan yang lama dengan yang baru karena pasti akan jauh berbeda dan menyakitkan. Sikap yang lebih terbuka pada siapapun akan mempermudah saya pula untuk menjalin komunikasi dan bersosialisasi dengan banyak orang. Karena umur saya juga yang memasuki umur 17tahun, saya harus mempunyai mental yang kuat dalam menyikapi semua ujian dalam hidup, karena dibalik itu semua pasti ada pelajaran yang bisa saya dapatkan.

Pada akhirnya pun saya sadar bahwa hidup juga akan berputar, nggak selamanya kita selalu diatas, terkadang banyak cara yang di gariskan Tuhan untuk manusia. Semua itu pasti ada tujuannya, atau entah hanya menguji sedekat apakah kita dengan-Nya. Jujur pengalaman saya menjadi anak mutasi ini mengajarkan saya banyak hal, membuka mata saya sekaligus mata hati saya bahwa hidup itu indah jika selalu bisa melihat masalah dari sisi positif dan bersyukur pada Tuhan. Hidup akan terjadi jadi berat jika kita mengisi fikiran kita dengan sugesti negatif yang akan mematikan diri sendiri, dan terlebih lagi dengan banyaknya mengeluh, diam dan tidak berbuat apapun. Pelajaran dan pengalaman yang kita ketahui tidak sebanding, mungkin diluar sana masih banyak kehiduapan lain yang kita tidak tahu, oleh karena itu jika kamu menemukan rasa bosan dengan rutinitas hidup, cobalah hal baru. Mungkin dari mengubah kebiasaan kamu sehari-hari dengan cara yang belum pernah kamu fikirkan bahkan kamu lakukan, dari sana kamu akan mendapatkan hal menarik yang tidak pernah kamu tau sebelumnya. Meskipun hanya sebagian kecil, tetapi saya sudah mencobanya sehingga semakin banyak yang saya dapat dari perubahan sikap, sifat, maupun pola fikir yang saya punya. Saya bisa menilai hidup ini dari sisi yang berbeda pula, dan terdapat banyak pelajaran yang bisa kita pahami meski sulit. Akhir kata, semua itu pasti bisa anda lakukan kalau ada niat, kalau ada kemauan untuk merubah diri anda sendiri. Dan anda harus yakin kalau setiap perubahan terjadi melalui diri sendiri, your attitude reflects your personality and who you are, so better if you try mates :-D

April 07, 2012

Tanpa Arah

aku berjalan lurus dengan sesekali melihat kebelakang
aku berusaha menepis kerikil dijalanan
tapi entah mengapa aku kembali terjatuh
hey sayang, ada apa dengan dirimu?
bukankah kau yang membuat segalanya runyam?
bukankah kau yang memulai ini semua?

terkadang aku terlihat kokoh seperti tebing curam
aku terlihat berani seolah tanpa lawan
aku bisa seakan tidak ada lawan
tapi itu hanya terlihat semu
itu palsu....
aku goyah dan rapuh
ternyata ini tidak mudah
ironis......

aku pun disini hanya bisa menunggu
perlahan aku akan menghapus air mata ini
sudah habis, sudah kering
seperti dedaunan yang gugur

angin............ bawalah jauh perasaanku ini
burung......... sampaikan padanya aku tidak pernah bermaksut menyakitinya
awan.......... jagalah dia selalu
matahari........ bersinarlah terus sampai hati ini benar-benar pulih



April 04, 2012

Malang Kelabu

takan bisa terhitung tetesan air mata yang membasahi pipiku ini
aku dibangunkan mimpi yang kejam
terhitung 2minggu aku tanpanya
kosong.......
hampa....

belum kering air mata yang jatuh ini
belum sempat aku memulihkan hati ini
belum terfikir untuk menghapus semua memori tentangnya
dia sudah lepas tertawa

aku terjatuh ditempat yang saman
aku diam dan merenung
tidak pernah ku bayangkan sebelumnya akan seperti ini

aku tanpa arah
ku hancur
ku kecewa
terdiamku dalam sendu ini

ku harap seseorang datang menghapus semua perih ini
menyudahi permainan brengsek ini
mengajakku berlari ke tepian tebing
mengubah pola fikirku menjadi baru

hingga pada suatu saat kamu datang
hatiku sudah pergi dan lenyap
matamu melihatmu tapi hatiku tidak

selamat tinggal Malang kelabu...