BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Februari 28, 2010

Surat Cinta Seorang Bapa

Anak-Ku,
Jauh sebelum dunia ini kuciptakan, kau telah ada dalam benak-Ku. Jauh sebelum matahari yang pertama terbit di ufuk timur, Aku telah mengahsihi-Mu. Jauh sebelum kicauan burung pipit yang pertama, telah Kurancang masa depanmu.

Sejak kau ada dalam kandungan ibumu, bahkan jauh sebelum itu, Aku telah menjadikanmu milik kepunyaan-Ku. Aku menjagamu dengan tangan-Ku dan Ku berikan segala yang terbaik untukmu.
Aku ada saat engkau menangis untuk pertma kalinya. Aku tersenyum menyaksikan kelahiranmu di dunia. Karena saat engkau lahir, satu bukti cinta-Ku kembali dinyatakan atas semesta ini.

Aku selalu bersamamu, menjagaimu. Aku mendengar kata pertama yang kau ucapkan. Menggandeng tanganmu saat engkau berhasil melangkah untuk pertama kalinya. Menemanimu di hari pertama kamu sekolah. Mengawasi tidurmu. Menmpung setiap air matamu dan juga tertawa bersama denganmu. Aku selalu ada di sisimu, tanpa sekalipun meninggalkan wajahku darimu.

Sekalipun aku menjagamu, Anak-Ku, kerapkali kubirakan eangkau terjatuh, terluka, dan kadangkalah Aku seolah jauh darimu. Kuinjinkan masalah demi masalah meinmpamu. Kubiarkan kau merasa diajuhi, ditolak, bahkan dibenci. Kadang kuambil orang-orang yang menjadi tempatmu bergantung meskipun aku tahu, dengan demikian kau akan merasakan kesepian.
Tapi anak-Ku, percayalah bahawa sekalipun engkau jatuh, tak pernah Kubiarkan engkau tergeletak. Saat kau menangis karena kekecewaanmu, Aku turut menangis bersamamu. Saat engkau merasa sakit karwna terluka, Aku merasakan kesakitan yang lebih besar darimu. Dikala aku seolah jauh darimu, aku hanya ingin kau belajar untuk berteriak dan mencari-Ku. Kubiarkan masalah itu ada untuk mengajarimu arti hidup, mendewasakanmu, dan membantu makin serupa dengan-Ku. Saat kau merasa sendirian dan ditinggalkan, dan Kuambil segala milik kepunyaanmu, aku ingin kau belajar untuk menggantungkan harapanmu hanya kepada-Ku. Karena manusia akan mengecewakanmu, tapi Aku tidak.

Saat aku mengatkan "YA" untuk permintaanmu, Aku ingin kamu belajar mensyukuri kasih karunia-Ku. Saat Aku terdiam dan membiarkanmu menunggu, Aku ingin kamu belajar untuk bersabar dan terus berharap kepada-Ku. Namun bila aku menggelengkan kepala-Ku dan mengatakan "TIDAK", maka ketahuilah, Aku menyediakan yang lebih baik untukmu.

Aku mencintaimu, anak-Ku. Engkau sangat berharga di mata-Ku. Aku membentukmu dengan sempurna. Kuberikan cukup kelebihan untuk membuatmu percaya diri, namun juga Kulengkapi kau dengan kekurangan, untuk mengajarimu arti rendah hati, dan mengajarimu untuk menggantungkna dirimu pada-Ku. Karena jika Kuciptakan engkau tanpa kekurangan, maka kau takan membutuhkan Aku.

Aku ingin kau belajar untuk berserah pada-Ku. Tapi bukan menyerah. Karena berserah adalah salah satu cara untuk hidup, tapi menyerah adalah satu tindakan yang pengecut. Serahkanlah hidupmu kepada-Ku, biakan aku berjalan besamamu dan menanggung semua bebanmu.

Anak-Ku sampai masa tuamu Aku akan selalu ada bersamamu. Dan sampai masa putih rambutmu, Aku adalah Allah yang tetap setia. Saat kau berjalan bersama-Ku, tak ada lagi yang mustahil untukmu. Karena aku, Bapamu, adalah Allah yang mengasihimu dan selalu menggandengmu dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Disaat kegagalan menimpamu, percayalah, bahwa tanpa kegagalan, kau tak pernah menghargai keberhasilan. Dan sekalipun hal-hal buruk menimpamu, ketahuilah, bahwa semuanya Kumaksudkan untuk kebaikanmu. Aku tak pernah meninggalkanmu, anak-Ku, dan tidak akan pernah. Sekalipun engkau berbalik dari jalan-Ku, Aku tetaplah meyambutmu dengan pelukan, dan pesta pora. Aku selalu ada di tempat yang sama, disisimu. Sehingga saat kau datang mencari-Ku, kau akan selalu menemukan Aku.